Tulang Bawang Barat (Media Kolaborasi): Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp38,5 miliar untuk pembangunan dan preservasi jalan di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) pada tahun 2026.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat meninjau sejumlah ruas jalan strategis bersama Bupati Tulang Bawang Barat, Novriwan Jaya, Selasa (28/04/2026).
Peninjauan difokuskan pada ruas Daya Murni–Gunung Batin yang menjadi jalur vital penghubung antarwilayah. Pemerintah provinsi menilai peningkatan kualitas infrastruktur jalan penting untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah pedesaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pembangunan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sesuai skala prioritas,” ujar Jihan.
Ia menegaskan, pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada kondisi fisik, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan”, ucapnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan jalan tidak hanya diukur dari tingkat kemantapan, tetapi juga efisiensi waktu tempuh.
“Strateginya adalah memperbaiki kondisi jalan terlebih dahulu, kemudian meningkatkan kapasitas melalui pelebaran,” jelasnya.
Saat ini terdapat tujuh ruas jalan provinsi di Tubaba dengan total panjang sekitar 130 kilometer. Namun, tingkat kemantapan jalan baru mencapai sekitar 65 persen, masih di bawah beberapa daerah lain.
“Salah satu tantangan utama berada di wilayah timur yang menghubungkan ke Kabupaten Way Kanan, karena memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat,” tukasnya.
Sementara itu, Bupati Novriwan Jaya menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah provinsi dalam pembangunan infrastruktur di daerahnya.
“Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Pembangunan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perlunya penanganan kerusakan jalan secara lebih optimal, terutama di titik-titik tertentu seperti kawasan Pasar Mulya Asri, dengan konstruksi yang lebih kuat dan tahan lama.
Selain itu, bupati menekankan pentingnya pemerataan pembangunan, mengingat masih terdapat wilayah dengan kondisi jalan yang belum memadai.
Novriwan juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi mencakup sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.
Ia mengajak masyarakat turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun, termasuk memperhatikan sistem drainase dan penggunaan jalan sesuai kapasitas.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, pembangunan jalan di Tubaba diharapkan berjalan optimal dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(*)
Editor : Arie














