Tulang Bawang Barat (Media Kolaborasi): Di tengah kemarau yang masih melanda, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bersama masyarakat memilih memperkuat ikhtiar dengan memanjatkan doa.
Ribuan warga dari berbagai kalangan berkumpul di Lapangan Merdeka, Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Rabu (23/9/2026) pagi, untuk melaksanakan Salat Istisqa dan memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
Shalat Sunnah untuk memohon hujan tersebut diikuti masyarakat umum, siswa-siswi, pejabat pemerintah daerah, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tubaba, dan ASN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Tubaba Ir. Novriwan Jaya, S.P., mengatakan Salat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar bersama sekaligus bentuk ketundukan dan doa kepada Allah SWT agar masyarakat diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan.
“Alhamdulillah, pagi ini kita bisa melaksanakan Salat Istisqa, salah satu Shalat Sunnah yang dianjurkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk kita meminta dan memohon berkah hujan dari-Nya,” ujar Novriwan.
Menurut Novriwan, kondisi kemarau yang masih berlangsung menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat. Ia menyebut berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau berpotensi berlangsung hingga November.
Karena itu, menurutnya, selain menghadapi kondisi tersebut dengan berbagai langkah teknis, masyarakat juga perlu memperkuat ikhtiar melalui doa.
“Menurut perkiraan BMKG, kemarau kita ini bisa sampai bulan November. Ini yang namanya El Nino Godzilla, di atas itu seperti kuali besar yang menahan panas,” katanya.
Novriwan mengajak masyarakat agar doa yang dipanjatkan tidak hanya sebatas meminta hujan turun, tetapi juga memohon agar segala sesuatu diberikan Allah SWT dalam kadar yang cukup dan membawa kebaikan.
“Semuanya kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mari kita berdoa untuk dicukupkan rezeki, hujannya cukup, kemaraunya cukup, jangan berlebih-lebihan. Jangan hujan berlebih juga banjir, mari kita berdoa untuk semuanya dicukupkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tuturnya.
Pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut menjadi momentum kebersamaan masyarakat Tubaba dalam menghadapi musim kemarau. Berbagai elemen masyarakat hadir dan bersama-sama memanjatkan doa agar segera turun hujan yang bermanfaat, mencukupi kebutuhan masyarakat, serta membawa keberkahan bagi daerah.
Selain menjadi ikhtiar spiritual, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghadapi dampak kemarau dengan menjaga lingkungan, menggunakan sumber daya air secara bijak, serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi di sekitar(*)
Editor : Arie















