Tulangbawang Barat (Media Kolaborasi): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa kewenangan pemerintah harus bermuara pada pelayanan rakyat serta penguatan ekonomi desa, khususnya melalui program ketahanan pangan dan hilirisasi komoditas lokal.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), di Aula Lantai III Sekretariat Pemkab Tubaba, Rabu (4/3/2026).
Menurut Gubernur, potensi ekonomi dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tubaba mencapai Rp497,7 miliar per tahun. Jika dibagi ke 100 desa, masing-masing desa berpotensi mengelola sekitar Rp4 miliar per tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anggaran MBG di Tubaba sangat besar. Kepala tiyuh harus cerdas, jangan sampai bahan baku diambil dari luar daerah. UMKM dan petani lokal harus menjadi pemain utama,” tegasnya.
Gubernur juga menyoroti pentingnya menjaga nilai tambah komoditas unggulan seperti singkong dan jagung agar tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah tanpa memberikan dampak ekonomi maksimal bagi masyarakat.
Sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memutus rantai distribusi tengkulak, Pemerintah Provinsi Lampung memperkenalkan program Koperasi Desa Merah Putih yang dilengkapi armada transportasi desa. Selain itu, pemerintah provinsi akan menyalurkan bantuan pupuk organik cair (POC) untuk meningkatkan produktivitas lahan hingga 15–20 persen serta bantuan mesin pengering (dryer) berkapasitas 20 ton guna menjaga kualitas panen jagung dan padi.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengumumkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp10 juta per desa untuk mendukung program Desa Maju. Ia turut menitipkan pesan agar tidak ada anak di Tubaba yang putus sekolah dan seluruhnya dapat menempuh pendidikan minimal hingga jenjang SMA.
Musrenbang tersebut dibuka oleh Bupati Tubaba, Novriwan Jaya, yang dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap percepatan pembangunan di daerahnya.
Novriwan mengungkapkan, pada tahun 2026 Tubaba memperoleh alokasi pembangunan untuk tujuh ruas jalan strategis, termasuk ruas Penumangan-Unit 6 yang dinilai vital bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Di sektor kesehatan, RSUD Tubaba mendapatkan dukungan anggaran pusat sebesar Rp130 miliar untuk peningkatan layanan. Nantinya, rumah sakit tersebut melayani pasien hemodialisa serta fokus pada penanganan penyakit kronis seperti kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.
Kegiatan Musrenbang ini turut dihadiri Wakil Bupati Nadirsyah, jajaran Forkopimda, Wakil Ketua I DPRD Tubaba, Sekda Provinsi Lampung, Sekda Tubaba, para pejabat pimpinan tinggi pratama, camat, serta kepala tiyuh se-Kabupaten Tubaba.
“Musrenbang RKPD 2027 ini diharapkan menjadi pijakan strategis dalam menyelaraskan kebijakan pusat, provinsi, dan daerah guna memperkuat ketahanan pangan serta pertumbuhan ekonomi berbasis desa di Kabupaten Tubaba,” pungkasnya.














