Tulang Bawang Barat (Media Kolaborasi): Kebakaran hebat melanda SDN 14 Tulang Bawang Barat yang berada di Tiyuh Tirta Makmur, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 12.25 WIB.
Kebakaran yang melalap habis ruang Kepala Sekolah dan dua ruang kelas tersebut diduga berasal dari korsleting listrik di ruang kepala sekolah sebelum merambat ke dua ruang kelas.
Asap pertama kali terlihat keluar dari bagian atas ruang kepala sekolah. Dalam waktu singkat, api membesar dan menghanguskan sejumlah ruangan beserta berbagai aset sekolah yang berada di dalamnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penjaga sekolah, Yeni Astuti (40), mengatakan bahwa sebelum kejadian pada pagi hari sekitar pukul 06.00 Wib dirinya telah membersihkan ruangan seperti biasa pada pagi hari. Ia juga mengaku selalu memeriksa kondisi ruangan sebelum pulang.
“Saya sudah menyapu ruangan sejak pukul 06.00 WIB. Setiap pulang juga selalu mengecek kondisi ruangan dan memastikan semuanya aman. Tadi pas kejadian saya tidak di lokasi karena pulang dulu untuk makan siang, dan dapat kabar dari guru-bahwa bangunan sekolah terbakar,” ujarnya.
Menurutnya, saat kebakaran terjadi, ruang kepala sekolah dalam keadaan kosong. Sementara itu, kepala sekolah diketahui tidak masuk kerja karena sedang menjalani pemulihan pascaoperasi mata.
Di dalam ruang kepala sekolah terdapat sejumlah barang yang tidak sempat diselamatkan, antara lain kipas angin, perangkat administrasi sekolah, buku-buku baru, seragam drumband, piala, perlengkapan ruang tamu, serta peralatan kesenian tari.
Akibat peristiwa tersebut, ruang kepala sekolah dan dua ruang kelas mengalami kerusakan parah. Seluruh barang yang berada di dalam ruangan turut terbakar.
Bangunan sekolah yang menggunakan atap berbahan onduline itu diketahui dibangun pada tahun 2008 dan hingga kini belum pernah menjalani rehabilitasi besar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran serta menghitung total kerugian yang ditimbulkan. Namun, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah mengingat banyaknya aset sekolah yang hangus terbakar.
Sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan antara lain Yuli, Titin, Sari, Yeni Astuti, serta beberapa warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, aktivitas belajar mengajar di SDN 14 Tulang Bawang Barat diperkirakan akan terganggu hingga proses penanganan dan pendataan selesai dilakukan.
Sementara, sejumlah saksi yang berada di ruang Laboratorium yang berada di sebelah bangunan yang terbakar yakni Yeni, Titin, Sari mengaku mengetahui setelah salah satu saksi mendapat telepon dari anak mereka yang melihat kepulan asap dari rumah ke arah sekolah. Saat diperiksa, asap tebal sudah membumbung dari bagian atas ruang kepala sekolah sebelum api menjalar ke bagian bawah bangunan.
“Dalam hitungan menit, api semakin membesar dan menjalar ke bagian bangunan lainnya,” kata dia.
Di dalam ruang kepala sekolah terdapat sejumlah barang yang tidak sempat diselamatkan, di antaranya perangkat administrasi sekolah, lemari arsip, kursi tamu, buku-buku baru, seragam drumband, piala, perlengkapan ruang tamu, serta berbagai peralatan kesenian.
Bangunan sekolah yang menggunakan atap berbahan onduline tersebut diketahui dibangun pada tahun 2008 dan belum pernah menjalani rehabilitasi besar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang Barat, Chery Sofyan, yang turun langsung ke lokasi kejadian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan meskipun sebagian ruang sekolah mengalami kerusakan.
“Fokus utama saat ini memastikan tidak ada korban jiwa. Kedua, Dinas Pendidikan akan menyiapkan berbagai opsi, termasuk penyediaan kelas darurat sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan,” kata Chery Sofyan.
Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendata seluruh aset sekolah yang terdampak kebakaran.
“Kami terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menginventarisasi seluruh harta benda yang terdampak akibat kebakaran ini,” ujarnya.
Selain itu, Dinas Pendidikan telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kementerian Pendidikan. Menurut Chery Sofyan, pemerintah pusat memberikan respons positif dan berpeluang membantu proses pemulihan melalui program revitalisasi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan terkait kejadian ini dan mendapatkan respons yang sangat baik. Kami berharap pemerintah pusat dapat membantu perbaikan atau pembangunan gedung baru melalui dana revitalisasi. Kemungkinan dalam waktu dekat tim survei akan turun untuk mengecek langsung lokasi SDN 14 Tirta Makmur,” katanya.
Ia mengajak seluruh pihak mendoakan agar ruang kelas yang terdampak segera diperbaiki sehingga para siswa dapat kembali belajar secara normal.
Terkait penyebab kebakaran dan kerugian, Chery Sofyan meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.
“Kami tidak bisa berasumsi mengenai penyebab kebakaran. Kita menunggu hasil olah tempat kejadian perkara dari pihak kepolisian,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemadam kebakaran, kepolisian, TNI, serta masyarakat sekitar yang bergerak cepat membantu memadamkan api dan menyelamatkan sejumlah aset sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah sigap membantu. Saat ini situasi di lokasi sudah terkendali dan api telah berhasil dipadamkan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan menghitung total kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.(Red)
Editor : Arie














