Tulangbawang Barat (Media Kolaborasi): Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, kembali menjadi perhatian internasional dengan kunjungan akademik dari Technische Universiteit Delft (TU Delft), Belanda, Selasa (21/4/2026).
Sebanyak 25 mahasiswa program magister Arsitektur dan Urban Desain bersama tiga profesor melakukan studi lapangan (fieldtrip) di kawasan Uluan Nughik. Rombongan disambut oleh Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, serta tokoh penggagas Kota Budaya Uluan Nughik, yakni Umar Ahmad.
Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Tubaba sebagai lokasi studi. Ia berharap kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap kehadiran para akademisi dapat memberikan perspektif baru serta menjadi awal kerja sama dalam mewujudkan visi pembangunan Tubaba ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, profesor TU Delft, Marina Tabassum, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program Global Housing Studio. Program tersebut berfokus pada pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah dengan pendekatan desain yang mendorong kehidupan komunal.
“Kami melihat potensi besar di sini, terutama dalam upaya menghubungkan masyarakat melalui pendekatan arsitektur. Kami ingin memahami bagaimana visi ini dapat diwujudkan secara nyata,” kata Marina.
Dalam kesempatan yang sama, Umar Ahmad menekankan bahwa pembangunan di Tubaba tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga pembentukan karakter masyarakat melalui desain ruang.
Ia menyebut konsep pembangunan tersebut sebagai “Perjalanan Pulang ke Masa Depan”, yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencapai visi jangka panjang daerah.
“Semoga kunjungan ini dapat memperkuat posisi Tubaba sebagai salah satu pusat kajian arsitektur dan budaya di Indonesia yang memiliki daya tarik global,” singkatnya.
Setelah kegiatan penyambutan, rombongan melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi, antara lain Rumah Baduy, Politeknik Tunas Garuda, Tanoh Nughik Ceramic Studio, Tubaba Art School, serta Tugu Suhunan Riyah.
Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena merepresentasikan perpaduan antara material lokal, fungsi ruang, dan estetika modern.(*)
Editor : Arie














